“KEBIJAKAN” MENAMBAH DERITA (kebijakan BBm subsidi dan non subsidi)

“KEBIJAKAN” MENAMBAH DERITA

Indonesia, Negara yang dahulu dikenal sebagai surga kecil, kini sudah menjadi neraka bagi para penghuninya. Para penguasa seakan membiarkan kondisi bangsa ini semakin terbenam dalam lumpur kesengsaraan. Negara ini menjadi akrab dengan sebutan “ganti penguasa ganti kebijakan” yang sebenarnya jika ditelusuri kebijakan-kebijakan tersebut sangatlah tidak bijak. Kebijakan dibuat dan dikeluarkan seperti air yang menalir dari meja para penguasa. Kebijakan tersebut seakan mau menunjukkan bahwa mereka telah berhasil dalam tugasnya. Mereka berlagak seperti pahlawan yang mau menolong rakyat kecil dengan ratusan bahkan ribuan kalimat yang disebutnya sebagai kebijakan. Sangatlah disayangkan, kebijakan tersebuut ternyata semakin membuat rakyat kecil menderita.

Hari-hari belakangan ini, berita tentang polemik BBM menjadi penghias halaman utama berbagai media cetak, tak ketinggalan pula media elektronik yang juga memberitakan masalah yang sama. BBM dan Pertamina Persero tidak habis-habisnya membuat Negara ini heboh. Saat masalah BBM bersubsidi masih menjadi bahan perdebatan, masalah baru mencuat ke permukaan. Dan yang paling baru adalah kebijakan tentang pemakaian BBM non subsidi bagi kendaraan dinas.

Sekilas memang kabijakan ini terlihat membawa angin segar bagi masyarakat banyak. Namun sebenarnya tidak. Kebijakan ini justru menimbulkan bertumpu-tumpuk masalah baru yang semakin menambah luka bagi bangsa ini. Bagaiman tidak, saat kebijakan ini dibuat dan di beberapa tempat sudah mulai diberkakukan, masih banyak SPBU di daerah yang belum mengyediakan dan memasok BBM non subdisi. Entah apa yang terjadi saat kebijakan ini dibuat. Apakah kebijakan ini asal  dibuat tanpa pertimbangan dan koordiinasi dengan pihak yang berada di lapangan? Ataukah kebijakan ini dibuat sebagai bagian dari proyek menghabiskan dana dan anggaran? Jawabannya ada pada mereka yang membuat kebijakan.

Tak hanya sampai disitu, penggunaan BBM non subsidi bagi kendaraan dinas pemerintah jelas menguntungkan para pemakainya. Namun tidak bagi Negara. Para pengguna kendaraan plat merah jelas tidak merasa dirugikan dengan adanya aturan ini. Yang semaikn dirugikan adalah Negara dan rakyatnya. Bagaimana tidak, jika  kendaraan dinas pemerintah memakai BBM non susidi, maka APBN dan APBD semakin besar, Karena yang membiayai penggunaan Bahan Bakar bagi kendaraan dinas pemerintah adalah Negara. Anggaran untuk belanja dan biaya Negara akan semakin membengkak dan yang menanggungnya tak lain adalah rakyat. Sekali lagi rakyat menjadi tumbal dari sebuah kebijakan. Dan kebijakan tersebut semakin dipertanyakan tujuannya, apakah mau menolong rakyat atau bahkan semakin menambah beban rakyat yang sudah terbebani oleh kebijakan sebelumya.

Satu datang seribu mengikuti, itulah situasi Negara Indonesia saat ini. Saat rakyat sedang dipeksa berpikir keras oleh satu kebijakan yang membawa masalah, kebijakan baru muncul dengan masalah yang ikut menyertainya. Mereka yang membuat kebijakan seperti tak peduli dengan tangisan bangsa ini. Mereka dengan bangga mempublikasikan produk rakus mereka dan entah sengaja atau tidak menutup mata terhadap situasi di masyarakat yang carut marut dan semakin kacau. Tak ada yang bisa dilakukan rakyat selain menunggu kapan para penguasa dan para pembuat kebijakan  berhenti bermain dengan aturan dan kebijakan yang mereka ciptakan. Rakyat tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah sambil berharap pada wakil mereka yang ada di kursi legislatif untuk mau melihat, mau sama-sama berjuang, dan mau berbuat untuk rakyat yang semakin menderita.

Oleh: Krispinus Haruman

Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Tulisan ini saya buat saat masalah BBm ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu..

One thought on ““KEBIJAKAN” MENAMBAH DERITA (kebijakan BBm subsidi dan non subsidi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s