RADIKAL

RADIKAL

Selasa, 30 oktober 2012

Masih jelas pada lembaran ingatanku,saat kemarin aku benar-benar merindukan hujan. Saat perlahan mendung mulai menampakkan wujudnya dan menyebar gelap pada langit. Aku ingat kemarin akhirnya  hujan berbaik hati untuk turun.

di waktu yang kurang lebih sama seperti saat kulihat mendung dan merindukan hujan, hari ini berbeda. Panas, menyengat, gerah. Matahari, mungkin dia marah dan ingin menelan semua yang dia bawahi. Kulit terbakar dan penuh dengan keringat tanda pemberontakan terhadap matahari yang membakar.

Benar-benar seperti berputar. Radikal dan alam menjadi aktor dimana aku juga ada di dalamnya. Apakah ini tanda dari akhir dunia? atau alam hanya sekadar menebar pesona, mencari perhatian dan simpati agar di pedulikan?

Hari ini, benar-benar aku tersiksa, disiksa nuansa hari. Kulit hitam ku seperti hangus terbakar mentari. Dari kedalaman hati ditengah terik menyengat aku masih merindukan dan berharap sore hati akan hujan, seperti kemarin….

Jogja, 30 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s