Indonesia Makin Hitam-Indonesia Hari Ini

Bosan, marah, serasa ingin muntah. Itu yang saya rasakan saat menonton siaran televisi malam tadi. Ada amarah memandang wajah orang yang itu-itu saja, yang tampil dengan setelan jas yang tanpa cela.

Mengapa para pendahulu pergi dan membawa serta hal baik bersama mereka? Mengapa kita hanya diberi sisa-sisa sisi gelap bangsa ini, yang makin kelam oleh ulah para aktor yang berpangku tangan dan bersandar di kursi goyang?

Ciri mereka sama, kacamata kamuflase yang menutupi wajah bodoh mereka, suara yang keluar dari mulut mereka yang  diberi aksen penyejuk, namun sesungguhnya pemanis bibir saja dan menutupi hasrat dan niat super jahat yang mereka punya.

Belum bosankah kalian menyakiti negeri ini?

Dana ini, dana itu, apalagi?

Kalian lebih pandai dari aktor dan aktris sinetron yang menangis seakan dunia hendak kiamat kalau kalian tidak berbuat, padahal ujung-ujungnya kalian memang tidak berbuat apa-apa selain memupuk perut kalian agar tambah buncit dengan uang rakyat.

Sisi mana lagi dari negeri yang belum kalian lukai? Atas nama rakyat untuk perut sendiri kalian berkoar-koar.

Kalian membuat kolam susu negeri ini menjadi tambah buruk, keruh, basi, dan beraroma makin busuk. Kalian Busuk.

Sampai kapan? Mungkin sampai mereka semua mati, dibunuh oleh kemarahan dan kebosanan anak bangsa yang muak dengan kehancuran dan sandiwara.

Ketika Pegawai pajak yang sudah bekerja keras untuk “mendanai” negara ini diberi reward atas kerja mereka, kalian mempersoalkan seakan kalian sudah memberi sumbangan kepada Negeri ini. Kalian dimana ketika para “pekerja” negeri ini menjerit karena hidup penuh kata “seadanya” namun mereka tetap bekerja untuk negeri ini? Berempatikah kalian pada nasib para pegawai biasa di daerah yang bekerja untuk pelayanan, sedangkan kalian, datang dan duduk saja sudah bersyukur? Kalian yang tidak bekerja malah sibuk mendanai hidup kalian sendiri yang sudah mewah.

Di akhir semua ini, saya memohon maaf kepada mereka yang kurang berkenan setelah membaca tulisan ini. Ini adalah kebosanan yang sudah luar biasa saya rasakan terhadap mereka yang sebenarnya tak berbuat apa-apa, mereka yang nyaman di sarang mereka, sarang penyamun. Jika ada yang mengatakan bahwa suara ini saya ucapkan karena tidak masuk kedalam lingkaran mereka, silahkan saja. Tetapi sebagai warga negara, saya sedih melihat Indonesia yang semakin hitam.

6 thoughts on “Indonesia Makin Hitam-Indonesia Hari Ini

      1. Ohh :3
        Ya apa boleh buat kak, kita mah orang biasa. At least yg bisa kita lakukan adalah membenahi indonesia dgn cara kita sendiri. .

        Like

      2. Betul bnget. Paling gak dari sekian juta “org biasa” Indonesia, ada hal yang dilakukan sbg “org “biasa”. Sekarang mah mereka yng berpredikat “org Biasa” yang lebih bisa melihat ketimbang mereka yang katanya “luar biasa”

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s