Puasa Para Saudara

PUASA PARA SAUDARA

Banyak cerita yang pernah kudengar, dan kubaca tentang bulan penuh rahmat, bulan puasa. Bahkan, pada beberapa kesempatan, aku dan sahabat, keluarga, teman, menjadi pemeran dalam cerita bulan puasa tersebut.

Hari ini bulan penuh rahmat itu kembali dimulai. Dentuman Beduk, mengajak insan beriman untuk semakin dekat pada sang Ilahi. Suara Adzan, dan kesabaran melewati hari seperti biasanya dengan menahan godaan menjadi cerita yang menarik saat puasa. Dan ada pula cerita unik dari balik bilik dapur, cerita tentang “suara” peralatan masak ibu rumah tangga yang seakan menabu genderang protes karena harga bahan kebutuhan pokok melonjak naik.

Dari semuanya, ada hal menarik lain yang masih berbekas di catatan harianku. Cerita saat kuhabiskan bulan penuh rahmat itu di satu kampung, satu keluarga yang begitu menyelami arti puasa, yang menurut mereka menjadi bulan penuh refleksi dan permenungan ala orang desa yang beriman. Aku datang dan masuk dalam rutinitas mereka saat itu. Mereka sangat memahamiku, karena aku datang dengan latar belakang berbeda, meskipun sebagian keluarga besar dan kenalanku ku ada yang seiman dengan mereka. Disana Kutemukan kedamaian. Di mata manusiaku, mereka sangat taat dan penuh kebaikan. Aku pun tak keberatan untuk menunggu sang bapak pulang dari kebunnya, untuk berbuka bersama keluarga kecil itu, atau bangun saat mentari belum “terbangun” untuk Sahur, meski dalam beberapa kesempatan mereka tak tega melihatku dan memintaku untuk “mencuri start” lebih dahulu. Apalagi bila seharian aku bergelut dengan program pribadi dan program kampusku, yang menyita banyak tenaga dan waktu.

Dalam sejarah kecilku, aku mengenal yang namanya buka puasa bersama sahabat-sahabat Muslimku. Disana ada Syukur dan tawa. Namun pengalamanku selama bulan suci saat itu, di desa kecil dekat pesisir Jawa, sangat mendalam. Dan jujur, saat aku mulai menuliskan ini, aku sedang mengingat mereka.

Cerita masa laluku, saat aku dan mereka menjadi pemeran dalam ceritaku, cerita kami.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa, saudara-saudaraku, semoga puasanya lancar dan nanti tersenyum lebar di hari kemenangan.

18 Juni 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s