Kotak Hitam

Refleksi Kecil.

Seorang Putri merasa sangat bahagia. Ia tiap hari dilayani oleh pelayan-pelayan istana. Ia begitu menikmati hidupnya dengan gaun-gaun yang indah yang selalu dikenakannya. Ia menjadi pesaing bunga ditaman istana, karena kecantikannya.

Taman menjadi tempat bermain sang Putri. Dan suatu ketika sang putri tertarik pada seekor kupu-kupu yang hinggap pada sekuntum bunga. Lalu terbang kembali. Ia mengejarnya, namun Si Kupu-kupu terbang lagi dan makin meninggi. Sang Putri bergegas Menuju menara istana, berharap Si kupu-kupu terbang dan nanti hinggap disana.

Wajahnya berbalut sedih saat melihat Si Kupu-kupu meninggalkan dia, melampaui tembok istana dan pergi berlalu menuju tanah lapang diluar istana. Ia terbang dengan tenang, malawan angin yang berhembus berlawanan. Sang Putri terus mengamati dengan wajah sedih. dalam hati ia ingin berkenalan dan menjadi sahabat Si kupu-kupu. Dari balik jendela menara, matanya terus mengikuti kemana Kupu-kupu itu berhenti lagi.

Perhatiannya terbagi. kupu-kupu itu membawa mata sang Putri kepada tumpukan batu yang sangat indah, yang tersusun secara alami. dalam hati sang Putri berkata, Indahnya dunia. Disisi lain tanah lapang, berbaris pepohonan, seperti serdadu yang berdiri tegak menunggu perintah sang jendral untuk berperang. Sang Putri terperangah. Inilah pertama kalinya ia melihat sisi luar istana dari jendela yang lain. Selama ini ia hanya memandang isi istana, taman, dan dunia luar yang sempit dari balik jendela kamarnya yang terhalang pohon rimbun.

Wajahnya berubah sedih. Air matanya mulai jatuh dan diusapnya. Dunianya, gaun indah itu, kecantikannya, dan kenyamanannya diruntuhkan Si Kupu-kupu kecil itu. “kupu-kupu itu lebih menikmati dunia daripada aku”, katanya.  “Kemana aku selama ini? Aku ternyata hanya diam didalam kotak kecil ini, berbataskan tembok yang tinggi, yang membuatku nyaman namum menutup indahnya dunia disisi lainnya yang jauh lebih besar dari istana ini?”.

Jendela menara, dan Kupu-kupu membuatnya melihat dunia.

Pesan:

Cerita ini adalah hasil imajinasi saya tentang betapa sempitnya dunia kita ketika kita terus berada dalam zona nyaman. Cerita ini bukanlah kutipan cerita buku sang motivator, atau kisah fiksi, namun dari refleksi saya pribadi tentang perjalanan hidup.

Ketika kita hidup datar dan tiap hari cenderung itu-itu saja, maka itu akan menjadi masalah dan penyesalan ketika melihat sesuatu  yang lain (tentunya hal baik) yang lebih besar dari yang selama ini kita jalani.

Keluarlah dari zona nyaman hidupmu. Dunia itu luas dan kamu akan mengetahui saat kamu membuka jendela dan membuka mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s