Indonesia Dilanda Kekeringan, Kantong Terancam Kering

Berita dan derita akibat kekeringan mulai menjadi penghias halaman berita media massa akhir-akhir ini, meskipun masih kalah heboh dengan berita seputar Mudik, Lebaran, dan serangkaian kasus korupsi. Kekeringan mulai melanda beberapa daerah di Indonesia. Situasi seperti ini menjadi mimpi buruk bagi para petani maupun mereka yang tinggal di daerah krisis air bersih. Senyum saat melihat Padi yang tumbuh subur mulai berubah goresan kerutan berhias peluh di wajah.

Petani mulai resah. Harapan akan hasil panen yang melimpah di akhir musim buram dan mulai pupus. Petani kecil tak dapat berbuat apa-apa. Mereka tak bisa melawan tingkah alam. Alam menunjukkan keganasannya, mulai melancarkan aksi balas dendam atas apa yang manusi lakukan padanya.

Tanaman mulai layu dan kekeringan. Bumi melukis pecahan-pecahan tanah menganga yang mengering. Air pun mulai jual mahal dan susah didapat. Di beberapa tempat di negeri ini hewan ternak bahkan mulai berebut jatah dengan pemiliknya dan warga yang lain, sekadar untuk membasahi lidah dan tenggorokan.

Kekeringan melanda, Kantong pun terancam kering. Petani yang sudah bermimpi tidur diatas Rupiah mulai kehilangan pegangan. Harapan kantong yang terisi penuh saat musim panen tiba mulai dibayangi akan kenyataan bahwa mereka mungkin tidak akan mendapatkan apa-apa. Kantong terancam kering, akibat bumi yang mengering.

Begitulah nasib orang kecil yang  tidak menentu. Berkali-kali kata empati terlontar dari mulut mereka yang punya nama, namun hanya sedikit kata empati tersebut yang berubah menjadi waduk, atau proyek air bersih.

“Kasihan negeri ini”, kata para pendahulu yang menatap dari balik awan putih.


Terima kasih sudah membaca dan mengunjungi halaman ini. Follow, Comment, or Like it, bila kalian tertarik… 

23/07/15

3 thoughts on “Indonesia Dilanda Kekeringan, Kantong Terancam Kering

  1. rakyat kecil sudah muak dengan basa basi yang sama sekali tak memperbaiki kondisi. empati hanya sekedar empati, tanpa aksi, bermodal janji dan pada akhirnya hanya kosong tak berisi.
    yang berkuasa memperburuk situasi dengan mengimpor barang komoditi yang seharusnya bisa dikembangkan di negeri sendiri. ada beberapa yang terlihat peduli namun dibalik semua itu hanyalah umpan untuk menarik simpati demi kemenangan si calon penyalur aspirasi, yang berakhir dibalik jeruji besi akibat terjerat korupsi. mereka hanya bisa merusak harga ketika masa panen terjadi, memalingkan wajah ketika krisis dan tanpa belas kasihan meninggalkan kaum petani sendiri.

    sedih lihat kondisi orang-orang kecil terutama petani yang sering di kesampingkan nasibnya terutama di kondisi kritis seperti saat ini.😦

    ngomong-ngomong salam kenal bang Kris, tulisannya bagus-bagus🙂 ditunggu postingan selanjutnya hihihi😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s