Bensin Rp 2000,- (Lembaran Lama)

Sekali lagi membuka lembaran lama. Kisah saat-saat manis-pahit, senang-susah masa menyandang status mahasiswa. Sengaja kata manis, dan senang mendahului pahit dan susah untuk menegaskan bahwa masa kuliah itu menyenangkan. pahit dan susah hanyalah titik-titik kecil yang menjadi warna dari keseluruhan masa kuliah yang menyenangkan.

Kisah ini tentang aku dan sahabatku, sahabat sejak SMP dulu. Saat SMA pun kami ada di bawah atap yang sama, bahkan hingga kuliah kami mengenakan Jas Almamater yang sama. Selain satu atap sejak SMP, kami juga bergelar sama sejak dulu, gelar Lalong (Pria) dengan latar belakang keluarga sederhana.

Suatu hari Jox (nama hasil evolusi) hendak ke kampus untuk utusan yang sangat penting. Aku masih diam di dalam kamarku, dengan sahabatku yang lain ditanganku, novel Paulo Coelho. Paulo Coelho dan pengarang buku yang lain memang sangat membantu saat akhir bulan. Novel karangan mereka mampu menunda lapar, dan yang secara tak langsung menghemat uang makan. Keasyikan membaca memang terbukti membuat orang melupakan waktu makan, dan saya sudah berulang kali membuktikannya saat masih kuliah.

Kembali ke leptop (inti).

Jox datang ke kamar kosku, dan hendak meminjam motor, katanya ada hal penting yang harus segera diselesaikan di kampus. Motor ada, tapi bensinnya sekarat. Aku belum isi bensin karena belum ambil uang sisa di ATM. Jox hanya punya uang Rp 2000,- di dompet, dan itu yang terakhir. Tanpa pikir panjang, dia tancap gas dengan bensin yang hampir kering.

Sekitar 45 menit berlalu, Jox pulang dengan senyum. dugaanku senyum itu berarti urusannya di kampus sudah beres. Ternyata…

Jox menceritakan kalau uang Rp 2000,- yang tersisa didompetnya sudah dipakai untuk membeli bensin. Antrian panjang di SPBU tak menyurutkan semangatnya, karena tidak mungkin membeli Bensin Eceran dengan uang Rp 2000,-. Rupanya kejadian itu yang membuatnya tersenyum, alih-alih mau menertawakan dirinya sendiri. Katanya lagi, petugas SPBU hanya tersenyum mendengar pertanyaan Jox yang menanyakan apakah bisa membeli bensin Rp 2000,- saja.

Kami pun tertawa lepas, melupakan rasa lapar yang sebenarnya sudah datang, namun pergi lagi.

Sedikit pesan: Jangan meniru kebiasaan membaca buku untuk melupakan rasa lapar, apalagi bagi anda yang belum terbiasa dan menderita sakit Maag.

Kuliah itu menyenangkan, dan masa-masa kuliah membuat orang banyak belajar tentang perjuangan, bagaimana cara lolos melalui lubang jarum (kesulitan) dan bagaimana meluapkan kegembiraan saat akhir semester dengan daftar nilai yang memuaskan di tangan.


Terima kasih sudah membaca dan mengunjungi halaman ini. Follow, Comment, or Like it, bila kalian tertarik

6 thoughts on “Bensin Rp 2000,- (Lembaran Lama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s